Pada masa kepemimpinan Abu Bakar Ash-Shiddiq ra bahwa terdapat seorang lelaki yang meninggal dunia.
Ketika mereka akan mensalatkan jenazah itu, tiba-tiba kain kafannya bergerak.
Sehingga merekapun membuka kain kafan itu, dan terkejutlah semua yang hadir karena melihat ada seekor Ular yang membelit leher mayat tersebut serta memakan daging dan menghisap darah.
Semua orang yang hadirpun berusaha untuk membunuh Ular tersebut.
Akan tetapi tiba-tiba Ular itu berbicara seperti manusia, Ular tersebut berkata:
"Tiada tuhan selain Allah, Muhammad utusan Allah, mengapa kalian hendak membunuhku? Aku tidak berdosa dan tidak bersalah, Allah SWT yang memerintahkan kepadaku supaya menyiksa jenazah ini hingga sampa hari kiamat nanti."
Lantas para Sahabatpun bertanya:"Apa kesalahan yang telah dilakukan oleh jenazah ini?"
Maka berkatalah Ular tersebut: "Dia telah melakukan 3 kesalahan yaitu, Apabila ia mendengar azan, dia tidak mau datang untuk shalat berjam'ah. ia tidak mau mengeluarkan zakat hartanya. dan dia tidak mau mendengarkan nasihat para ulama. Maka inilah balasan untuknya."
REFERENSI
Durratun Nashihin fil Al-Wa'zhi wa Al-Irsyadi. Hal 141 cet Al-Haramain.
مات في زمن أبي بكر الصديق رجل ، فقامو الى الصلاة عليه فإذا الكفن يتحرك فنظروا فوجدوا حية مطوقة في عنقه تاكل لحمه وتمص دمه فأرادوا قتلها ، فقالت الحية لا إله إلا الله محمد رسول الله لم تقتلونني وليس لي دنب ولا خطأ ؟ فإن الله تعالى أمرني أن أعذبه إلى يوم القيامة ، فقالوا ما خطاياه ؟ قالت ثلاث خطايا : الأول كان إذا سمع الأذان لا يجىء الجماعة . والثانية لا يخرج الزكاة من ماله . والثالثة لا يسمع قول العلماء وهذا جزاؤه .

Tidak ada komentar:
Posting Komentar